Bayi Meninggal, 3 Unsur Pimpinan Anggota DPRD Jeneponto Seruduk Puskesmas Tamalatea

samsir, 31 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, mendatangi Puskemas Tamalatea, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Selasa (31/3/2020).

Dalam kunjungannya itu, mereka menindakl anjuti adanya laporan dari masyarakat terkait bayi yang meninggal dunia karena merasa tidak mendapat pelayanan dengan baik di Puskemas Tamalatea, Dan pasien tersebut di suruh pulang.

"Jadi tujuan kami kesini bersama dengan teman teman adalah, sebagai wakil rakyat, untuk mengklarifikasi terkait laporan masyarakat karena diduga pelayanan pihak Puskemas Tamalatea kurang maksimal yang menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia," kata Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Irmawati.

Irmawati juga mengatakan pasien tersebut di suruh pulang oleh salah satu dokter di rumah sakit tersebut. Sementara orang tua dari bayi itu meminta agar anaknya di infus karena sakit demam dan batuk.

Irmawati yang didampingi, Wakil Ketua II, Imam Taufiq, Ketua Komisi III, Khaidir Adi Saputra, Arifuddin dan Yusri, menjelaskan kronoliginya, ada bayi yang sedang sakit demam dan batuk. Namun dikasih obat amoxillin dengan sirup, Setelah anak itu konsumsi obatnya tidak ada perubahan sehingga pasien ke Puskesmas lagi.

"Anak ini sudah dalam keadaan lemas, sudah muntah, tapi pihak pelayanan menyuruh lagi antri, padahal anak ini sudah lemas," lamjut Irma.   

Setelah menungga lama antrian pasien masuk menemui dokter, namun dokter ini tidak tega dan tidak memeriksa bayi tersebut. Bahkan pasien minta agar anaknya di infus karena tidak makan. Tapi apa kata dokter pasien di suruh pulang dan menganjurkan supaya obatnya dikasih habis dulu saja.

"Yang kami sangat sayangkan kenapa pihak puskesmas tidak ada tindak lanjut, apakah diperiksa kondisinya ini anak ataukah dibawa ke rumah sakit yang lebih bagus lagi," ujar Irma saat duduk bersama dengan pihak Puskesmas Tamalatea.

Menanggapi hal tersebut, Dokter Umum Puskesmas Tamalatea, Nur Handayani mengatakan saat itu pasiennya datang menemuiku di ruangan, "Saya tanya. Ibu bagaimana dengan anakta apakah masih panas dan batuk, lalu ibunya bilang tidak mi dok selama diminum obatnya satu hari tidak panas dan tidak batukmi dok," dialog dokter,

Selanjutnya ditanya lagi, terus keluhannya apa, ibu itu menjawab jika bayinya cuma tidak mau makan. Memang kalau anak itu sedang sakit biasanya nafsu makannya berkurang.

"Jadi saya tanya apakah masih ada obatnya di rumah ibu, jawab ibunya ia dok masih ada ji. jadi saya bilang kita kasih habismi saja dulu obatnya. Jadi saya suruh pulang. Dan bahkan sempat ji lagi saya pegang bayinya," ucap Nur Handayani dihadapan para anggota Dewan.

Lanjutnya, kalau memang obatnya sudah habis dan tidak ada perubahan dan atau bagaimana-bagaimananya cepat bawa lagi bayinya ke sini (Puskesmas Tamalatea). Dan ibunya juga langsung pulang.

Diakuinya juga kalau ibu dari bayi tersebut tidak pernah meminta anaknya untuk di infus, jelas Dokter itu.

Sementara itu, kepala Puskesmas Tamalatea Abidin mengatakan, dipemeriksaan awal dirinya langsung yang menangani pasien yang di maksud. Bayinya panas dan batuk.

"Jadi saya kasih obatnya, anti biotik. Jadi pada saat kontak kedua dengan dokter memang sudah tidak panas lagi menurut pengakuan pasien," kata Kapus.

Kapus meyakini bahwa dokternya itu profesional dalam mengambil tindakan. Dan menurut pengamatan yang mereka pelajari memang seperti itu. Kasih habis dulu obatnya, singkat Abidin.

Diketahui, dua hari sebelum bayi tersebut meninggal dunia sempat ditangani dan diperiksa oleh pihak Puskesmas Tamalatea. Dan dikasih obat sesuai anjuran dokter. Namun kata ibunya, anak itu semakin lemas dan tambah loyo.
 
Tak lama setelah itu, bayi yang bernama Nurul usia 3 tahun meninggal dunia di rumahnya kediamannya di kampung Kappoka, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto pada Senin kemarin (30/3/2020).

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu